agama (128) aneh (291) Fakta (587) kesehatan (97) lucu (72) tips (124) unik (210)

MUSLIM WAJIB TAU: Ternyata Hukum Mendegarkan Musik/ Nyanyian HARAM

Diposkan oleh Susan Merah





Kekandang: Membaca judul diatas, tentu diantara pembaca blog kekandang pasti banyak yang protes dan tidak setuju dengan hal tersebut. Ya hal ini sudah terjadi dari sejak zaman dulu. Bagaimana tidak manusia khususnya kita yang hidup dizaman modern ini tentu tidak akan bisa jauh dan terlepas dari musik/nyanyian. Katanya dengan mendengaran musik pikiran akan tenang dan akan membuat terlena dah bahkan mengurangi beban. Percayalah hal tersebut hanyalah tipu daya dari syaiton laknatullah agar kita lebih memilih untuk mendengarkan nyanyian dan musik dari pada membaca dan mendengarkan Al-quran.

Kekandang: Sebagai orang yang mengaku beragama islam, kita tentu mengetahui bahwa Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam adalah sebagai penuntun ummat manusia ke jalan yang benar. Allah SWT mengutus Rasulullah SAW salah satunya adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Dasar kehidupan kita adalah Al-Quran dan Hadits Nabi Shalallahu'alaihiwasallam yang shahih. Apa yang seharusnya dibenarkan dan diperbolehkan dalam Al-Quran dan Hadits Nabi Shalallahu'alaihiwasallam harus dilaksanakan begitupun sebaliknya. Namun mengapa terkadang kebanyakan dari kita jika mendengarkan sebuah dalil shahih tentang suatu yang yang menurut kita bertentangan dengan budaya dan kebiasaan kita, kita malah mengingkari dalil tersebut. Padahal kita semua mengakui bahwa kita adalah orang islam yang rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam adalah sebagai-baik contoh bagi kita. tentu hal ini sangat miris bukan. Berarti benar Sabda Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam berikut ini:

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ
“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Kekandang: Bagaimana tidak, karena orang yang mencoba menegakkan sunnah rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam pada saat ini malah dihujat dan dianggap asing oleh masyarakat kebanyakan. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang mendustakan Al-Quran dan Hadits shahih Nabi Shalallahu'alaihiwasallam. aamin. Okedeh ini dia penjelasan tentang mengapa musik itu haram dalam islam yang admin kutip dari blog Dakwahquransunnah.

Kekandang: Musik dan alat musik diharamkan di dalam Al Qur`an dan As Sunnah karena dia merupakan sarana syaithan dalam menyesatkan manusia dari jalan Allah, menumbuhkan sifat kemunafikan, melalaikan dari ketaatan kepada Allah, dan merupakan kebiasaan perilaku orang-orang yang melupakan Allah dari golongan orang-orang kafir.

Dalil akan haramnya hal ini dari Al Qur`an adalah firman Allah ta'ala:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

"Di antara manusia (ada) orang yang membeli perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan." [QS Luqman: 6]

Kekandang: Abdullah bin Mas'ud dan Al Hasan Al Bashri menafsirkan makna "perkataan yang tidak berguna ( لَهْوَ الْحَدِيثِ ) sebagai lagu/musik.
Ini juga merupakan tafsir dari Ibnu Abbas, Jabir bin Abdillah, Ikrimah, Qatadah, Sa'id bin Jubair, Mujahid, Makhul, Amr bin Syu'aib, dan Ali bin Badzimah.

Dari sunnah adalah hadits Abu Amir atau Abu Malik Al Asy'ari radhiallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

"Benar-benar akan ada pada umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutra, minuman keras, dan musik." [HR Al Bukhari (5590) secara mu'allaq, sanadnya shahih]

Kekandang: Hadis ini adalah hadis yang sahih. Apa yang Al-Bukhari sebutkan dalam sanad hadis tersebut: “Hisyam bin Ammar berkata” Yang mengesankan ada keterputusan sanad antara beliau dengan Hisyam, dan tidak mengatakan dengan tegas misalnya: “Telah mengabarkan kepadaku Hisyam", tidaklah memudaratkan kesahihan hadis tersebut. Sebab Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu tidak dikenal sebagai seorang mudallis (yang menggelapkan hadis), sehingga hadis ini dihukumi bersambung sanadnya.

Kekandang: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “(Tentang) alat-alat (musik) yang melalaikan, telah shahih apa yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari rahimahullahu dalam Shahih-nya secara ta’liq dengan bentuk pasti (jazm), yang masuk dalam syaratnya.” (Al-Istiqamah, 1/294, Tahrim Alat Ath-Tharb, hal. 39. Lihat pula pembahasan lengkap tentang sanad hadits ini dalam Silsilah Ash- Shahihah, Al-Albani, 1/91)

Kekandang: Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata setelah menyebutkan panjang lebar tentang keshahihan hadits ini dan membantah pendapat yang berusaha melemahkannya: “Maka barangsiapa –setelah penjelasan ini– melemahkan hadits ini, maka dia adalah orang yang sombong dan penentang. Dia termasuk dalam sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak masuk ke dalam surga, orang yang dalam hatinya ada kesombongan walaupun seberat semut.” (HR. Muslim) [At-Tahrim, hal. 39]

Kekandang: Makna hadis ini adalah akan muncul dari kalangan umat ini yang menganggap halal hal-hal tersebut, padahal itu adalah perkara yang haram. Al-‘Allamah ‘Ali Al- Qari berkata: “Maknanya adalah mereka menganggap perkara-perkara ini sebagai sesuatu yang halal dengan mendatangkan berbagai syubhat dan dalil-dalil yang lemah.” (Mirqatul Mafatih, 5/106)

Kekandang: Hadis Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
صَوْتَانِ مَلْعُونَانِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ: مِزْمَارٌ عِنْدَ نِعْمَةٍ، وَرَنَّةٌ عِنْدَ مُصِيبَةٍ

“Dua suara yang terlaknat di dunia dan akhirat: seruling ketika mendapat nikmat, dan suara (jeritan) ketika musibah.” (HR. Al-Bazzar dalam Musnad-nya, 1/377/755, Adh-Dhiya` Al-Maqdisi dalam Al-Mukhtarah, 6/188/2200, dan dishahihkan oleh Al-Albani berdasarkan penguat-penguat yang ada. Lihat Tahrim Alat Ath-Tharb, hal. 52)

Juga dikuatkan dengan riwayat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma, dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّمَا نُهِيْتُ عَنِ النَّوْحِ عَنْ صَوْتَيْنِ أَحْمَقَيْنِ فَاجِرَيْنِ: صَوْتٍ عِنْدَ نَغْمَةِ لَهْوٍ وَلَعِبٍ وَمَزَامِيرِ شَيْطَانٍ، وَصَوْتٍ عِنْدَ مُصِيبَةٍ خَمْشِ وُجُوهٍ وَشَقِّ جُيُوبٍ وَرَنَّةِ شَيْطَانٍ

“Aku hanya dilarang dari meratap, dari dua suara yang bodoh dan fajir: Suara ketika dendangan yang melalaikan dan permainan, seruling-seruling setan, dan suara ketika musibah, mencakar wajah, merobek baju dan suara setan.” (HR. Al- Hakim, 4/40, Al-Baihaqi, 4/69, dan yang lainnya. Juga diriwayatkan At-Tirmidzi secara ringkas, no. 1005)
An-Nawawi rahimahullahu berkata tentang makna ‘suara setan’: “Yang dimaksud adalah nyanyian dan seruling.” (Tuhfatul Ahwadzi, 4/75)
Penjelasan dan dalil lainnya yang lebih lengkap silakan merujuk ke kitab tafsir Ibnu Katsir dan kitab Syekh Al Albani yang berjudul "Tahrimu Alatith Tharb".

Berikut ini ada beberapa rangkuman beberapa pertanyaan yang mungin ingin agan tanyakan berikut jawabannya:

Pertanyaan:
Bagaimana dengan para penceramah yang membawa iringan musik dan penyanyi, seperti yang banyak dilakukan oleh beberapa kyai dan ustadz ?

Jawaban:
Tidak boleh, meskipun lagu atau musik pengiring itu bernuansa islami. Terkadang lirik lagu-lagu itu tidak selamat dari penyelisihan akidah. Apalagi sampai diiringi dengan alat musik serta para penyanyi wanita (meskipun berjilbab) yang berhias, bernyanyi, dan bergoyang-goyang di depan orang-orang yang bukan mahram mereka. Ditambah pula bahwa kiyai dan ustadz bukanlah dalil atau hujjah yang mesti diikuti bila salah.

Pertanyaan:
Bagaimana dengan lagu yang dapat mendorong pendengarnya untuk lebih taat dalam beribadah, misalnya lagu tentang kematian? Bagaimana pula dengan musik-musik sholawat seperti album cinta Rasul yang bertujuan menanamkan akidah bersholawat?

Jawaban:
Ini adalah musibah yang melanda umat Islam. Mereka lebih tersentuh dan terpengaruh bahkan meneteskan air mata bila mendengar lagu daripada lantunan ayat suci dan hadits. Mereka enggan dan jauh dari kitabullah dan sunnah. Padahal lagu dan musik bukanlah tuntunan Allah dan Nabi junjungan kita. Kebanyakan kita lebih senang mengambil sesuatu dari luar Islam lalu mengadaptasikannya ke Islam, seolah-olah Islam belum sempurna dan belum mampu untuk memberi hidayah dan pengajaran kepada pemeluknya, sehingga perlu memasukkan sesuatu yang baru di luar Al Qur`an dan Sunnah.

Kekandang: Kebanyakan kaum muslimin secara tidak sadar tidak qana'ah (merasa cukup) dengan syariat islam yang sudah sempurna. Akibatnya muncullah yang namanya lagu islami, pacaran islami, demokrasi islami, ini islami, itu islami, dan lain-lainnya padahal semua itu bukanlah berasal dari Islam sama sekali.

Kekandang: Di dalam Al Quran dan hadits banyak terdapat peringatan yang mengingatkan kita tentang kematian dan bahkan bisa membuat kita menangis. Tapi sayangnya kita enggan terhadap Al Quran dan hadits.

Kekandang: Di dalam Al Quran dan hadits banyak terdapat pengajaran dan pendidikan tentang akidah yang benar dan perintah untuk mencintai Rasul. Tapi sayangnya kita enggan terhadap Al Quran dan hadits.

Kekandang: Untuk diketahui, cara mencintai Rasul dan bershalawat kepada beliau bukanlah dengan nyanyian. Betapa miripnya hal ini dengan kebiasaan orang-orang Nasrani. Ditambah lagi lirik-lirik lagu islami tersebut seringkali berisi kebid'ahan dan kesyirikan tanpa kita sadari karena lagu itu sendiri dihiasi dengan label islami, wanita berjilbab, atau pria berjubah atau bersorban.

Kekandang: Begitupula dengan ibadah dan mengingat mati, tidaklah pernah Rasulullah mengajarkan para sahabat untuk mendengar musik agar lebih taat dan ingat akan mati. Terbukti, mereka adalah orang-orang yang paling taat dan paling siap menghadapi maut. Semua tanpa lagu dan musik! Marilah kita mencontoh mereka!

Allah ta'ala berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Katakanlah (hai Muhammad kepada umatmu): "Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah itu Ghafur (Maha Pengampun) lagi Rahim (Maha Pemberi rahmat)." [QS Alu Imran: 31]

Di dalam surat yang lain:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

"Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya." [QS Al Hasyr: 7]

BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA DIBAWAH INI:

  1. MAsyaAllah Merinding Liatnya,Orang Ini Tetap Melanjutkan Sholatnya meskipun Dibakar Hidup-Hidup
  2. Mansa Musa : Orang Islam Terkaya Di Dunia
  3. Masjid Sebagai Tempat Ibadah Dan Fungsi Sosial
  4. Masya Allah, Dalam Al-qur'an Pertama Ini Masih ada Bercak Darah Usman bin Affan RA

follow Fans FB KEKANDANG .:. KLIK DISINI.:.
Follow twitter KEKANDANG .:.KLIK DISINI.:.

susan merah -
KEKANDANG Updated at : 10:07:00 AM

{ 0 komentar... or add one}


Post a Comment

ARTIKEL TERBARU