agama (128) aneh (291) Fakta (587) kesehatan (97) lucu (72) tips (124) unik (210)

Astaqfirullah,DI MADURA Shalawat Nabi Muhammad SAW Dibuat Nari-Nari dan Dijadikan Dangdut Koplo

Diposkan oleh Susan Merah


Selawat merupakan salah satu cara orang muslim berdoa dan memohon berkah untuk Nabi Muhammad SAW agar tetap damai, sejahtera, aman sentosa dan selalu mendapatkan keselamatan. Tentunya hal ini harus dilakukan dengan khusyuk untuk memuliakan dan menghormati.

Tapi bagaimana kalau langgam selawat bernada lagu dangdut. Seperti dilakukan warga di Sampang, Madura. Mereka berselawat dalam rangka menyambut Hari Maulid Nabi, Rabu (21/1) lalu menggunakan langgam dangdut yang seperti nada lagu berjudul "Sakitnya Tuh di Sini". Suasana yang tiba-tiba khusyuk seketika berubah ramai dengan beberapa warga yang berjoget mengikuti irama musik.


Berikut Videonya gan :



Acara selawat menggunakan nada dangdut ini diabadikan melalui video kemudian diunggah oleh akun Shofiya Majeed ke media sosial Youtube dengan judul "Sholawat, lagu: Sakitnya Tuh Disini".

Sebenarnya, bolehkan berselawat dengan mengubah langgam yang selama ini dipakai seperti pakai langgam dangdut. Menanggapi hal ini, Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Mustafa Yaqub tidak membenarkan mengubah langgam selawat. Menurutnya, lagu yang digunakan dan joget yang dilakukan warga sudah mencerminkan sikap tidak menghormati Nabi Muhammad.

"Tidak dibenarkan yang seperti itu. Dari lagunya, jogetnya itu akhirnya itu tidak menghormati kepada siapa kita berselawat. Selawat itu kan berdoa tapi kalau dengan cara seperti itu ya tidak menghormati, malah melecehkan doa," Kata Yaqub ketika dihubungi, Kamis (17/9).

Yaqub mengatakan, berselawat harus mengikuti lima ketentuan yang berlaku. Seperti huruf harus dibaca dengan jelas, dan panjang pendek (tajwid) yang tepat.

"Kalau panjang pendeknya (tajwid) berbeda itu sudah berbeda makna, apalagi ini kan doa," imbuh Yaqub.

Selain itu, nada yang digunakan bukanlah lagu orang-orang fasik, tidak memaksakan diri untuk berselawat mengikuti lagu, dan harus dilakukan dengan tata krama. Menurutnya, jika selawat disesuaikan lagu akan mengubah tajwid dalam selawat itu sendiri.

"Harus pakai kaidah yang ada. Hurufnya tetap, panjang pendeknya tetap ada. Kalau yang pendek dipanjangkan itu sudah mengubah makna. Apalagi dengan joget itu sudah melecehkan, tidak ada tata krama seperti yang sudah saya sebutkan," tandasnya.
Nah,,semoga dengan artikel ini,,para Umat Islam harus segera merespons apa yang telah mereka lakukan ,,dan jelas menurut saya ini sudah emnyimpang dari aslinya,, semoga bermanfaat artikel ini dan baca juga artikel dibawah ini :

follow Fans FB KEKANDANG .:. KLIK DISINI.:.
Follow twitter KEKANDANG .:.KLIK DISINI.:.

susan merah -
KEKANDANG Updated at : 6:06:00 AM

{ 0 komentar... or add one}


Post a Comment

ARTIKEL TERBARU